PropellerAds

Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

05 June 2018

6/05/2018

5 Hal yang Bikin Kangen Sekolah Pasca Lulus SMA Nanti

Enggak terasa ya, Ujian Praktik, Ujian Sekolah, Ujian Nasional, bahkan SBMPTN sudah terlewati. Artinya, kita sudah benar-benar mesti berpisah nih dengan dunia SMA.
Akan ada banyak banget hal yang bikin kangen sekolah, meskipun pada masa sekolah kemarin, hal tersebut merupakan hal yang paling bikin mager alias males gerak. Apa saja hal-hal yang bikin kangen sekolah pasca lulus SMA nanti? Kuy, simak di bawah ini!
1. Upacara di Hari Nasional
Ayo, siapa di sini yang bete banget pas upacara di hari nasional? Kalau iya, kamu enggak sendiri kok. Pasalnya, yang membuat upacara ini berbeda dengan upacara Senin lainnya adalah amanat pembina upacara yang terdengar enggak ada habisnya.
Setiap kali upacara untuk memperingati hari nasional, pembina upacara akan memberikan amanat yang didapatkan dari Dinas Pendidikan dan biasanya lama banget. Duh, rasanya kezel ya. Sudah panas, pegal, lama pula bacanya.
Tapi, meskipun menyebalkan, percaya enggak percaya, momen seperti ini yang akan bikin kangen sekolah saat kita sudah lulus nanti, lho. Masih enggak percaya? Tunggu saja beberapa tahun lagi.
2. Kegiatan di Hari Nasional
Meskipun dibuka dengan upacara yang bikin sebal, namun pada hari-hari nasional seperti Hari Guru jadi momen paling menyenangkan di sekolah.
Selain kita jadi tidak belajar, biasanya ada beberapa acara seru yang sudah dibuat OSIS untuk meramaikan Hari Guru, seperti lomba atau pertunjukan seni.
Momen-momen menghabiskan jam-jam kosong di hari nasional seperti Hari Guru inilah yang nantinya akan bikin kamu kangen sekolah banget. Seperti jalan-jalan enggak jelas keliling koridor sekolah, main game bareng-bareng seharian di sekolah, sampai tidur di kelas. Ayo, siapa yang pernah tidur di kelas saat kegiatan hari nasional sedang berlangsung?
3. Ketika Guru Berhalangan Masuk
Selain Hari Guru, ini dia nih hal yang paling menyenangkan saat SMA. Apalagi kalau bukan ada guru yang tiba-tiba enggak masuk dan free class. Bisa dibilang, ini adalah momen paling menyenangkan selama di SMA.
Kesenangan akan bertambah ketika guru yang enggak masuk atau absen itu tidak meninggalkan tugas sama sekali. Itu sih sekolah sudah seperti milik sendiri. Ya kan?
Namun, enggak jarang juga ada guru piket yang datang memberikan tugas agar kelas tidak berisik dan murid-muridnya berpencaran.
4. Mengerjakan PR di Sekolah
Konon katanya, kalau kita belum pernah ngerjain PR di sekolah, artinya kita belum resmi jadi murid SMA. Pasalnya, hampir semua orang pernah mengerjakan PR di sekolah.
Hal yang dirasakan saat mengerjakan PR di sekolah itu pastinya tegang dan bingung. Tegang karena harus buru-buru sebelum guru datang dan meminta tugasnya untuk dikumpulkan, dan bingung bagaimana caranya mengerjakannya dengan cepat tapi tidak terlihat buru-buru supaya tidak ketahuan guru.
Memang sih, mengerjakan PR di sekolah itu enggak baik. Tapi, kalau lupa. Ya, mau gimana lagi?
5. Razia Rambut
Kalau ini sih umumnya hanya terjadi untuk yang cowok saja. Biasanya, satu hari sebelum razia rambut oleh guru BP, sudah banyak bocoran dulu mengenai razia rambut ini.
Setelah kabar tersebar, ada yang memutuskan untuk langsung memangkas rambut pulang sekolah tapi ada juga yang bela-belain enggak masuk sekolah cuma karena mau mempertahankan kekerenan rambut.
Yang akan bikin kita kangen banget sama razia rambut ini adalah saat di mana kita melihat teman kita yang kena potong dan hasilnya jelek banget. Alhasil satu kelas menertawakan. 
Nah, gimana? Jangan-jangan saat ini kalian sudah kangen sekolah, ya? Di antara kelima hal di atas, kira-kira mana yang akan bikin kamu tertawa geli kala bernostalgia nanti?
6/05/2018

Sosok si Jek, Perakit Bom di Kampus Unri

Pria berinisial Z menjadi tersangka tindak pidana terorisme setelah ditangkap dengan barang bukti empat bom rakitan siap ledak. Alumnus Jurusan Pariwisata di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Riau (Unri) ini ditangkap di Gelanggang Mahasiswa Fisip pada Sabtu, 2 Juni 2018.
Meski sudah lulus, pria dipanggil Jek ini masih aktif bersama Mapala Sayang Akan Kelestarian Alam Indonesia (Sakai) Unri. Bagi organisasi pencinta alam dimaksud, ada keistimewaan bagi para alumnus, sehingga keanggotaannya tetap melekat.
"Kami memanggilnya Bang Jek," kata Pjs Ketua Umum Mapala Sakai Fisipol Unri, Mutiara Shintia, yang menyaksikan penangkapan tersebut.
Mutiara menyebutkan, Jek merupakan alumnus Fisipol Unri tahun 2003. Sementara dua rekannya yang ikut ditangkap dan berstatus saksi, yakni D merupakan alumnus Fisipol Unri angkatan 2004 dan K mahasiswa Fisipol Unri angkatan 2012. Nama terakhir ini baru saja selesai ujian skripsi.
"Artinya masih berstatus mahasiswa Fisipol Unri, Jurusan Ilmu Komunikasi. Di Mapala Sakai sendiri, dia sebagai anggota penuh," ujar Mutiara saat ditemui di kampus itu, Senin (4/6) siang.
Sampai sekarang, Mutiara masih belum percaya bahwa ketiga seniornya disebut polisi sebagai terduga teroris. Mereka sudah lama kenal, sehingga tak sedikit pun dia melihat ada hal aneh, bahkan sampai mengarah ke aksi teror.
"Kalau kegiatan di sini, Bang Jek sama kayak abang-abang lainnya. Kunjungan, lihat adik-adiknya," kata Mutiara.
Mutiara menceritakan, Jek sering berada di homestay Mapala Sakai. Jek sering mengerjakan rancangan proyek di sana karena seorang kontraktor yang sering mengambil pekerjaan fisik dan pengadaan.
Dari penampilan, Mutiara menyebut Jek sering berpakaian layaknya aktivis pecinta alam kebanyakan. Jek seorang humoris dan menjadi teman bercanda Mutiara dan tidak pernah marah.
"Penampilannya biasa saja, masih tetap kayak anak lapangan, pakai celana lapangan, pakai baju kaus, sepatu gunung," sebut Mutiara.

Tak Menaruh Curiga

Lalu, mengapa Jek bisa memiliki bom dan disimpan di Sekretariat Mapala Sakai yang berada di Gelanggang Mahasiswa itu?
"Biasanya di gelanggang dikunci. Tapi Bang Jek merasa itu adalah bagian dari dia, dibuka. Kan pakai gembok, mungkin dibongkar," sebutnya.
Di salah satu ruangan dalam sekretariat Sakai disimpan bom yang tak pernah diketahui Mutiara. Apalagi selama ini, Jek tak terlihat membawa barang yang aneh, baik itu berupa ransel, atau pun lainnya.
Terkait hubungan Jek dan K, Mutiara menyebutnya sebatas senior dan junior. Keduanya juga disebut tak pernah berkomunikasi intens dan tak pernah pergi berdua.
"Untuk K sendiri, kami berpikiran bahwa dia tidak terlibat. Saya rasa dia hanya sebatas saksi. Kami sepenuhnya mempercayakan keadilan kepada yang berwajib,," kata Mutiara.
Selaku pimpinan di Mapala itu, Mutiara menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia. Dia juga menyatakan Mapala Sakai tidak pernah mendidik anggotanya dengan paham radikal yang mengarah ke terorisme.
"Kami minta maaf, karena kejadian ini membuat resah," ujarnya.
6/05/2018

Alasan Pemprov DKI Beli Tong Sampah Senilai Rp9,5 Miliar dari Jerman

Kasudin Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji menuturkan pembelian Garbage Bin 660 liter atau tempat sampah dimaksudkan untuk memodernisasi proses pengumpulan sampah Ibukota.
Isnawa menuturkan bahwa selama ini pengelolaan sampah di Jakarta terbilang tradisional. Oleh karenanya dengan adanya tong sampah tersebut maka Jakarta akan sejajar dengan kota-kota maju.
“Proses ini tidak efektif dan tidak efisien. Coba kita hitung berapa kali sampah itu naik turun untuk bongkar muat saja. Naik ke gerobak di masing-masing rumah, turun dari gerobak di TPS, naik ke truk sampah dan turun lagi di TPST Bantargebang,” katanya kepada wartawan, Senin (4/6/2018).
Dengan adanya tong sampah yang diimpor dari Jerman, maka jalur proses pengumpulan sampah secara bertahap akan dipangkas.
"Untuk jalur pengumpulan sampah yang sudah dilalui truk sampah jenis compactor atau truk sampah tertutup yang dilengkapi mesin press sampah," ucapnya.
Isnawa membeberkan setiap satu orang di Jakarta diperkirakan menghasilkan 2-3 liter sampah per hari. "Satu Tong Sampah jenis ini dapat menampung sampah yang dihasilkan kira-kira 330 orang atau setara 70 Kepala keluarga. Ketika jadwal pengangkutan Garbage Bin, petugas dapat mendorong bin beroda ini ke lokasi truk compactor dan mengaitkan ke kait hidroliknya, maka sampah akan terangkat ke dalam truk compactor. Persis seperti di negara-negara maju,” tuturnya.
Nantinya tong sampah yang memiliki kapasitas 660 liter itu akan diletakan di TPS, dan tidak ada lagi jalur pengumpulan sampah menggunakan gerobak motor.
“Lokasi-lokasi permukiman padat yang jalannya sempit dan tidak dapat dilayani oleh truk compactor atau truk besar lainnya, maka sampah dari rumah-rumah di lokasi tersebut dikumpulkan oleh petugas gerobak motor ataupun tukang gerobak ke TPS,” ucapnya.
“Tahun ini, Ibukota juga menjadi tuan rumah Asian Games, sesuai pesan Pak Gubernur dan Pak Wagub, kita harus menjadi tuan rumah yang baik dan kita harus menorehkan catatan sejarah, salah satunya yang menjadi fokus kami di DLH ada memodernisasi dan meningkatan layanan pengelolaan sampah,” tutupnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berencana mendatangkan 2.640 buah tong sampah beroda atau garbage bin 660 liter dengan nilai total Rp9,58 miliar dari Jerman.
Hal itu terungkap dari pengadaan tong sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang menjadi viral di media sosial.
6/05/2018

Cerita Sandiaga Lihat Pengemis di Jakarta Naik Fortuner

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, meminta Dinas Sosial agar menampung manusia gerobak. Biasanya manusia gerobak banyak bermunculan menjelang Lebaran. Sandi menyarankan agar warga tidak memberi infak kepada manusia gerobak.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan zakat atau memberikan infak kepada mereka,” kata Sandiga di kantornya, Senin, 4 Juni 2018.
Menurutnya, jika warga terus memberi zakat atau infak, akan banyak manusia gerobak lain yang datang ke Jakarta.
“Jadi mohon disalurkan lewat lembaga amil zakat yang resmi oleh pemerintah. Nanti Insya Allah bisa disalurkan dan untuk meningkatkan taraf hidup membuka lapangan kerja,” ujar Sandiaga.
Jika zakat disalurkan dengan resmi, dia menjamin tidak ada inflasi atau tidak adanya migrasi besar-besaran dari manusia gerobak musiman.
“Itu yang selalu terjadi di Lebaran, karena secara tradisi kita suka bagi-bagi uang di depan masjid, di rumah,” kata Sandiaga.
Dia juga menceritakan di Masjid Attaqwa terdapat pengemis yang hanya bermodalkan baju sedikit lusuh, namun setelah diamati orang itu pulang dengan mobil.
“Tuh kok minta-minta gitu, pakai baju kumal tapi mukanya sih enggak. Kelihatan kayak minta-minta. Terus saya ikutin pelan-pelan saja di pojok, dia (pulangnya) naik Fortuner,” ucap Sandiaga.
6/05/2018

VIRAL !!! Tong Sampah Jerman Ternyata Sudah Lama Dipakai di Surabaya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya angkat bicara mengenai pengadaan tong sampah buatan Jerman dengan anggaran mencapai Rp 9,6 miliar. Dia menceritakan asal mula pembelian tong seharga Rp 3,6 juta itu.
Anies mengatakan, pengadaan tempat sampah itu telah dilakukan sebelum dirinya menjabat sebagai pemimpin Pemprov DKI Jakarta. Dia mengungkapkan, pengadaan pertama dilakukan pada tahun 2016 lalu.
"DKI menganggarkan pada 2015 untuk 2016 pembelian truk sampah istilahnya truk compactor kemudian di tahun 2016 dianggarkan untuk pembelian tempat sampahnya yang compatible dengan truk compactor itu," katanya di Polda Metro Jaya, Selasa (5/6).
Menurutnya, tong sampah itu untuk menunjang truk sampah DKI yang sudah lebih modern. "Jadi awalnya adalah truknya dulu sesudah truk kemudian tempat sampahnya dan tempat sampahnya diadakan pada tahun 2017. Nah pemilihannya mengikuti barang yang tersedia di LKPP jadi barang itu bukan dapat melalui tender tapi didapat melalui pembelian lewat e-katalog," beber Anies.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengungkapkan, tong sampah dan truk compactor memiliki keistimewaan. Di mana truk dapat mengolah sampah dan tong dapat membawa sampah hingga ke depan truk sehingga lebih efisien.
"Truknya truk compactor artinya barang (sampah) dimasukkan dan di press di situ sehingga saat menggunakan alat ini maka petugas akan membawa ke depan truknya lalu diangkat masuk ke dalam truk lau dipadatkan, jadi itu yang menjadi unik di sini," jelasnya.
Dia mengatakan, Jakarta bukan satu-satunya kota yang menggunakan tong sampah itu. Sebab, Surabaya dan kota lain sudah lebih dahulu menggunakannya.
"Apakah Jakarta kota satu-satunya? Tidak. Surabaya sudah mulai menggunakan ini mulai tahun 2013, kemudian daerah lain yang menggunakan ada, Probolinggo, Bandung, Medan, Palembang, Malang ini banyak daftarnya," tutup Anies.
6/05/2018

Ketika Jokowi Mencari Si Tukang Sampah Jujur

Jubaidi tidak menyangka Presiden Joko Widodo kembali mencarinya di antara kumpulan masyarakat yang meminta jabatan tangan usai acara Buka Bersama Keluarga Besar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.
   
Acara buka puasa yang dilakukan pada Senin (4/6) di Hotel Raffles Jakarta tersebut dihadiri oleh Ketua KADIN Rosan P Roeslani, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjadi ramai dengan naiknya Jubaidi ke panggung utama saat Ketua KADIN memanggilnya dalam sambutan.
   
"Saya ingin sekali memperkenalkan satu sosok yang menurut saya sangat-sangat luar biasa," kata Rosan saat memperkenalkan Jubaidi.
   
Jubaidi adalah sosok pengumpul sampah keliling di daerah sekitaran Umbulharjo, Yogyakarta yang menemukan uang sebesar Rp20.190.000 di dalam sebuah tas yang berada di dekat bak sampah.
   
Kakek itu merantau dari Mojokerto, Jawa Timur ke Yogyakarta sejak 27 tahun lalu.
   
Jubaidi membagi kisahnya menemukan uang tersebut kepada Antara.

"Tas itu isinya ada kipas angin kecil, ada pulpen, ada mantel. Memang saya kembalikan dan saya lewatkan ke Kapolsek dulu," kata Jubaidi menjelaskan usai menemukan uang tersebut, dia memberikan tas tersebut kepada Polsek Umbulharjo.
   
Kakek dengan dua putri itu menjelaskan banyak orang yang datang kepadanya mengaku memiliki tas tersebut. Namun sejumlah orang tersebut salah menyebutkan isi dan jumlah uang di dalam tas itu.
   
Selang beberapa hari kemudian, ada seorang satpam yang datang ke kantor polisi dan menjelaskan isi tas persis seperti yang ada di dalamnya.
   
"Yang memiliki seorang satpam. Jadi dia baru saja dapat pinjaman dari koperasi tempat kerja untuk keperluan menikahkan anaknya," kata kakek kelahiran Desa Mojokusumo, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto.
   
Ternyata, insiden menemukan uang di bak sampah itu tidak hanya sekali saja dialami oleh Jubaidi.
   
Penemuan uang sekitar Rp20,1 juta tersebut adalah penemuan uang yang kelima kalinya oleh Jubaidi.
   
"Yang Rp10,5 juta saya kembalikan, yang Rp5 juta saya kembalikan, lalu Rp4,5 juta saya kembalikan dan terakhir Rp20,190 juta," jelas Jubaidi menjelaskan sebagian uang yang pernah ditemukannya.
   
Bahkan saat menemukan uang pertama kali dengan total Rp10,5 juta, di dalam tas temuannya juga terdapat Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
   
Selama setengah hari Jubaidi mencari alamat yang tepat hingga dia menemukan pemilik dari surat-surat tersebut beserta uangnya.
   
Ketika ditanya mengapa tidak tergiur dengan uang temuannya itu, Zubaidi menjawab bahwa uang temuan itu bukanlah hak miliknya.
   
Kendati dengan penghasilan rata-rata Rp2,5 juta per bulan dari hasil keringat mengumpulkan sampah warga, Zubaidi tidak "silau mata" dengan harta hasil temuannya.
   
Ketua KADIN pun menilai pribadi Zubaidi patut menjadi teladan bagi masyarakat Indonesia.
   
"Saya memang kasih tahu adik saya dan anak saya begitu. Jadi ya saya juga harus menerapkan begitu. Supaya adik saya dan anak saya menerapkan kejujuran seperti saya," kata Jubaidi.
   
Jubaidi komitmen terhadap apa yang diajarkan kepada anak dan kerabat keluarganya.
   
Kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dan sabar pun akan menghasilkan buah manis di kehidupan. Jubaidi mengingatkan bahwa setiap individu sudah memiliki rezekinya masing-masing.
   
Siapa sangka dari kebaikannya tersebut, Jubaidi dapat bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan pejabat tinggi lain.
   
KADIN pun memberikan uang senilai Rp50 juta dan kendaraan roda dua untuk membantu pekerjaan Jubaidi mengumpulkan sampah. Selain itu, Ketua DPR RI juga turut berderma bagi Jubaidi.
   
"Kejujuran itu perlu ditanam di hati saya. Itu maksud saya,"jelas Jubaidi.

Hanya minta salaman
   
Ketika berada di panggung, Jubaidi yang ditanya ingin menyampaikan hal apa kepada Presiden Jokowi menjawab lirih; "Mau minta jabat tangan. Kalau boleh juga mau minta foto".
   
Begitu selesai berbincang di panggung, permintaan Jubaidi dikabulkan oleh Presiden Jokowi sekaligus foto bersama.
   
"Pak, bapak jujur. Doakan mudah-mudahan saya ikut begitu," kata Jubaidi menjelaskan pesan yang disampaikan oleh RI 1 dan diamini olehnya.
   
Kebaikan Jubaidi ternyata mencuri hati Presiden Jokowi. Setelah acara buka puasa bersama usai dan ingin kembali ke Istana Negara, orang nomor satu di Indonesia itu kembali mencari Zubaidi.
   
"Dua kali Pak Presiden mau foto. Malah nyari saya. Saya ya terima kasih walaupun saya hanya tukang munguti sampah, keliling ambil sampah," jelas Jubaidi.
   
Bisa jadi masih ada Jubaidi-Jubaidi lainnya di Indonesia. Nilai-nilai karakter seperti kejujuran, keikhlasan serta gotong royong sepertinya perlu diangkat untuk dilestarikan menjaga kedamaian di bumi nusantara.
6/05/2018

Gedung JIExpo di Area PRJ Kebakaran, 5 Orang Terjebak

Kebakaran terjadi di lantai tujuh Gedung JIExpo, Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (5/6). Petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, Rifai, menyebut, masih ada beberapa pengunjung yang terjebak di lokasi.
"Ada terjebak lima orang pengunjung," ujar Rifai
Menurut Rifai, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.05 WIB. Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api.  
"Sekarang masih proses pemadaman," tuturnya.
Hingga kini, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Kondisi ini turut membuat lalu-lintas sekitar kawasan PRJ, macet.
6/05/2018

Ustaz Biker Kasih Siraman Rohani Ke Klub Harley

Klub moge Harley beberapa tahun lalu sempat diidentikkan dengan arogansi. Namun, citranya bisa berbalik seratus delapan puluh derajat tanpa harus banyak sanggahan. Misalnya pada acara Ramadan para biker Anak Elang Jakarta Chapter yang tergabung dalam Harley Owners Group (H.O.G).
Jika biasanya setiap Bulan Ramadan mereka melakukan bakti sosial berupa penggalangan dana dari kantong masing-masing, tahun ini mereka mengisi acara dengan menyumbang anak yatim dan tarawih bersama, Sabtu, 2 Juni 2018.
"Kami rindu juga untuk sekalian mendengarkan tausiah dan melakukan shalat tarawih bersama. Jadi agak berbeda tahun ini," kata Direktur H.O.G Anak Elang Jakarta Chapter, Suherli.
Seorang biker bernama Ustaz Subhan Bawazier pun didaulat membawakan tausiah. Sebelum mereka berkumpul di bilangan Kemang, ratusan biker mengadakan thunder ride dari dua titik, yaitu dari Senayan City yang dipimpin oleh Suherli; serta dari Masjid Al Hamidiah, Ragunan, yang dipimpin oleh Ustaz Subhan Bawazier.
Kedua grup yang terdiri dari biker H.O.G Anak Elang Jakarta Chapter dan para sahabat H.O.G Anak Elang Jakarta Chapter bertemu di lokasi acara di Grand Kemang Hotel, Kemang Raya, Jakarta Selatan.
Acara bakti sosial bertajuk H.O.G Amal Ramadan 1439 H ini dimulai pada pukul 16.00 dengan mengundang ratusan anak yatim. Penyerahan dan bakti sosial diberikan secara simbolis oleh Pembina dan Pengurus H.O.G Anak Elang Jakarta Chapter.
Acara dilanjutkan dengan tausiah yang dipimpin oleh Ustadz Subhan Bawazier. Sesudah adzan maghrib, para biker, anak yatim, dan tamu undangan shalat maghrib berjamaah usai menyantap takjil berbuka. Setelah buka puasa bersama, para biker pun melakukan tarawih bersama.
"Lewat touring atau menikmati riding bersama, rasa persaudaraan bisa timbul," tambah Suherli. Hari ini, akunya, mereka merayakan rasa persaudaraan itu. Rasa persaudaraan dan solidaritas itu pun menurutnya tak hanya milik mereka, tetapi juga ingin dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Mereka juga bersyukur masih diberi kesempatan untuk berbagi yang dengannya menjadikan hari ini istimewa buat H.O.G Anak Elang Jakarta Chapter. Pendapat serupa dinyatakan Assistant Director H.O.G Anak Elang Jakarta Chapter, Herry Bachtiar.
"Hari ini berkesan sekali karena kami bisa bersama-sama menyantap makanan jasmani dan rohani," kata Herry Bachtiar.
6/05/2018

VIRAL !! Wanita Ini SHolat Di Gereja, Apakah Diperbolehkan ?

Belum lama ini viral foto seorang wanita yang sedang salat di gereja. Akun Twitter @_ramadhanyaya pada Sabtu (3/6) memposting foto wanita tersebut yang sedang salat di Gereja GPIB Pniel (Gereja Ayam), Pasar Baru, Jakarta.
“Jumat (01/06/18) kmrn, sy lihat lgsg pemandangan ini, seorg ibu salat maghrib usai buka puasa di Gereja GPIB Pniel (Gereja Ayam), Pasar Baru, Jakarta. Satu hal yg sy dpt usai mengabadikan momen ini, bhw Indonesia memang sdg baik-baik saja, hny org jahat yg membuatnya tak baik,” tulis Ramadhan Yahya.
Tweet itu sekarang (5/6) telah mendapat 2.105 retweet dan 1.830 Likes. Bagaimana faktanya, bolehkah kita salat di Gereja? Berikut penjelasannya.

1. Mahfud MD sebut Habibie sebagai contoh

Anggota Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyebut sosok B.J. Habibie sebagai contoh.
Melalui akun Twitternya @mohmahfudmd, Mahfud MD mengatakan ketika belajar di Jerman, Habibie pernah solat di sebuah gereja.
“Itu juga yang dilakukan oleh Habibie dlm perjuangan beratnya ketika belajar di Jerman. Dia salat dan berdoa di sebuah gereja sambil menangis dlm munajat dan bertemu Romo Mangunwijaya di gereja tsb,” jelas Mahfud MD.
”Seluruh bumi ini adalah masjid (tempat bersujud). Islam adl rahmat bg alam,” imbuhnya.

2. MUI juga tidak permasalahkan salat di gereja

Anggota Komisi Fatwa MUI Amminudin Yaqub juga tidak mempermasalahkan salat di gereja. Sama seperti Mahfud MD, Yaqub menyebut bumi Allah ini adalah masjid.
“Iya, boleh saja. Bumi Allah ini adalah Masjid. Di mana pun boleh salat kecuali di tempat-tempat itu ada yang bersifat najis. Maka itu tidak diperbolehkan,” kata Yaqub saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (4/6).
Untuk diketahui, pernyataan Yaqub dan Mahfud MD adalah salah satu hadist yang diriwayatkan dari sahabat Abu Said r.hu; Rasulullah saw telah bersabda, “Semua bumi adalah masjid dan suci, kecuali maqbarah [kuburan] dan kamar mandi.”
Hadis di atas diterangkan dalam Kitab Musnad Imam Ahmad, Juz XXIII, halaman 403, nomor hadis 11358; dan dalam Kitab al-Musnad al-Jami', Juz XIII, halaman 335, nomor hadis 4211.

3. Boleh salat di gereja, tapi ada syaratnya, apa saja?

Yaqub lebih lanjut memberikan batasan atau syarat dalam salat di gereja. “Salat seperti kasus salat di gereja itu tidak masalah, selama akidah-nya tetap terjaga dalam arti tidak ada percampuran keyakinan.
Dalam ketentuan syariat salat itu yang penting suci tempat, kemudian menghadap ke kiblat ya hanya itu,” jelas Yaqub.
Yaqub juga menambahkan salat berjemaah di gereja tidak masalah jika memang ada keterbatasan pilihan masjid seperti yang dialami umat Muslim di negara non-Muslim.
“Banyak di negara non-Muslim masyarakat salat di Gereja, salat Jumat di Gereja tidak masalah. Karena ketiadaan tempat,” pungkasnya.
6/05/2018

Fakta atau Mitos? Orang yang Pakai Kacamata Itu Pintar

Orang yang memakai kacamata identik sebagai sosok pintar dan berwawasan luas. Faktanya, percaya atau tidak, studi membuktikan memang ada kemungkinan orang yang memakai kacamata lebih pintar dari orang-orang yang tak memakai kacamata.
Dalam riset yang dipublikasikan jurnal Nature Communications di Inggris yang membuktikan bahwa pengguna kacamata itu lebih cerdas. Menurut jurnal ini orang yang memakai kacamata sekitar 30 persen lebih cerdas dibanding yang tidak.
Fakta ini diketahui tim peneliti dari Scotland's University Edinburg yang melihat data 300 ribu orang. Peneliti kemudian berusaha mengungkap hubungan antara faktor genetik terhadap aspek kecerdasan dan penglihatan.
Hasil analisis mereka adalah faktor genetik memengaruhi kecerdasan secara umum serta aspek kesehatan yang lain seperti kemampuan penglihatan, tekanan darah dan usia. Hal tersebut disampaikan salah satu peneliti dari University of Edinburgh's Centre for Cognitive Ageing and Cognitive Epidemiology (CCACE), Gail Davies melansir Newsweek, Senin (4/6/2018).
Hasil penelitian lain. Pada penelitian sebelumnya, University Medical Center di Jerman mengungkap fakta tentang kepintaran orang berkacamata.
Hasilnya, rata-rata orang berkacamata menghabiskan lebih banyak waktu untuk sekolah dan memiliki pendidikan yang lebih tinggi.Paling tidak ada 53 persen responden yang berkacamata berhasil sukses kuliah. Sementara yang tidak lulus kuliah hanya 23 persen yang memakai kacamata seperti melansirMetro.
Selain itu, penggunaan kacamata juga membuat seseorang lebih mudah mendapat pekerjaan. Survei yang dilakukan British College of Optometrists menunjukkan satu dari tiga orang berpikir orang yang memakai kacamata itu terlihat profesional dan cerdas.
6/05/2018

Anak Kecil Nekat Kayuh Sepeda dari Cianjur ke Majalengka, Ini Alasanya

Sebuah video anak kecil menaiki sepeda ontel sedang viral di media sosial. Anak kecil tersebut mengaku sedang dalam perjalanan dari Cianjur ke Majalengka. Kira-kira jarak sejauh 210 km ditempuhnya dengan menggunakan sepeda. Berdasarkan informasi, anak ini mondok di Cianjur. Video tersebut di ambil di Jatinangor, Bandung.
Adik ini juga sudah di bujuk untuk naik mobil elf dengan sepedanya. Namun ia urung untuk menerima bentuan tersebut. Dia mengatakan bahwa dirinya jarang naik kendaraan umum sehingga lebih memilih untuk naik sepeda saja. Bahkan anak tersebut juga sudah dikasih uang sama orang yang merekam video tersebut. Berdasarkan update informasi, anak tersebut ternyata kabur. Ia pergi tanpa izin dari Pesantren di Ciketung, Cipanas, Cianjur.
Cerita berawal dari hilangnya uang anak itu di pesantren. Anak tersebut mengatakan bahwa dirinya mempunyai uang tabungan sebesar delapan puluh ribu. Tujuh puluh ribu di simpan di saku baju, dan yang sepuluh ribu ia simpan di celana. Nahasnya ada yang mencuri uang tersebut di pondok pesantren. 
Akhirnya anak tersebut meminjam sepeda kepada temannya untuk pulang ke Majalengka. Anak tersebut diketahui berangkat dari Cianjur selepas sahur hari Sabtu. Berdasarkan update informasi terakhir anak tersebut diketahui bernama Ade Rahman berusia 14 tahun. Ade mengaku sudah melakukan perjalanan selama dua hari dengan menggunakan sepeda. Sesampainya di Kadipaten, Ade sudah tidak lagi kuat mengayuh sepedanya. Dan oleh anggota Polsek Kadipaten, Ade diantarkan untuk bertemu dengan orangtuanya.

6/05/2018

Ini Laporan Kekayaann Bupati Purbalingga Yang Ditangkap KPK

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Purbalingga, Tasdi. Dia diketahui memiliki harta kekayaan Rp 649 juta.
Dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Tasdi terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 26 Januari 2015. Saat itu dia masih menjabat Wakil Bupati Purbalingga, sisa masa jabatan 2010-2015. 

Dalam laporan, Tasdi diketahui memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan di sejumlah daerah di Purbalingga senilai Rp 562.924.000. 
Sedangkan untuk harta bergerak berupa alat transportasi dan mesin lainnya jumlah yang dimiliki Tasdi mencapai Rp 220 juta. Beberapa kendaraan yang dimilikinya antara lain Kawasaki Ninja dan Toyota Yaris. 

Kemudian harta bergerak lain milik Tasdi senilai Rp 8.500.000. Total harta kekayaan yang dimiliki Tasdi per 2015 sebesar Rp 649.653.320.
Bupati Purbalingga Tasdi ditangkap bersama kepala unit layanan pengadaan (ULP) Purbalingga, satu orang pihak swasta, dan ajudan bupati. Di Jakarta, tim KPK juga menangkap dua orang dari pihak swasta. 
6/05/2018

Bupati Purbalingga Ditangkap KPK Dan Dibawa ke Jakarta

Bupati Purbalingga, Jawa Tengah, Tasdi dibawa ke Jakarta malam ini. Tasdi ditangkap bersama tiga orang lainnya di Purbalingga terkait dugaan suap proyek.
"Tim sedang dalam perjalanan membawa sejumlah pihak yang diamankan di sana," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin (4/6/2018). 
Bupati Purbalingga Tasdi ditangkap bersama kepala unit layanan pengadaan (ULP) Purbalingga, satu orang pihak swasta, dan ajudan bupati. Di Jakarta, tim KPK juga menangkap dua orang dari pihak swasta. 
"Ada juga sejumlah uang yang kami amankan. Masih dalam proses penghitungan tim. Kami duga sejauh ini sudah terjadi transaksi dan itu diduga terkait dengan proyek yang ada di Purbalingga," kata Febri.
Tasdi nantinya akan menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK. KPK punya waktu 24 jam menentukan status enam orang yang diamankan di lokasi terpisah. 
"Kita lakukan dulu pemeriksaan intensif, baru kita simpulkan status hukum masing-masing yang diamankan," sambung Febri.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan partainya menerapkan sanksi tegas atas pelanggaran hukum yang dilakukan pengurus dan kadernya. PDIP juga tidak memberikan pembelaan hukum kepada Tasdi, yang menjabat Ketua DPC PDIP Kabupaten Purbalingga sejak 2005.
"Kita lakukan pemecatan seketika dan tidak lagi jadi anggota PDIP dan tidak diberikan advokasi," ujar Hasto yang dihubungi terpisah.
6/05/2018

Netizen Tagih Janji Pria Mandi Uang di Bathtub Untuk Sedekah


Video seorang pria mandi duit di dalam bathtub yang viral di media sosial ramai dikomentari netizen. Mayoritas komentar mengingatkan agar pria itu tidak sombong alias ria. Mayoritas komentar bernada negatif. Ada yang mengatakan pria itu mencari sensasi bahkan ada juga yang sangsi jika uang itu asli.

"Pamer mau beramal dan lain2 ujung2nya cari sensasi. Orang mau beramal gak perlu di kasih lihat itu baru amal. Kalo pamer sih, rasanya gak ada pahalanya soalnya udah dituker sama aksi pamermu. Itu namanya berbuat baik dengan niat pamer," kata akun Detikjasjus.

"Semoga dia menepati janjinya.. karna janji adalah hutang," kata akun wanRancak.
Meski begitu, ada juga yang menyebut video tersebut untuk lucu-lucuan tapi tak lucu. 

"Buat lucu2an doang nih kayaknya. Humor yg ga lucu," kata akun Radenmassq. 

Sebelumnya diberitakan, duit untuk mandi pria itu banyak banget, dan merah semua. Belum diketahui siapa pria yang mandi duit ini. Dia berbicara dengan tangan menengadah saat mandi duit, sementara ada satu orang lain lagi yang melemparkan gepokan duit ke arah pria yang mandi itu.

Dalam video pria itu menyebutkan jika Ramadan 2018 ini memberinya rezeki yang melimpah. Dia juga menyampaikan akan menggunakan uang itu untuk amal dan sedekah.
6/05/2018

Pria Ini Mandi Duit di Bathtub Dan Beranji Dibagi untuk Amal Dan Sedekah


Video seorang pria mandi duit di dalam bathtub tengah viral di media sosial. Duit untuk mandi itu banyak banget, merah semua lagi. video berdurasi semenit ini sudah ada di Twitter, Facebook, hingga YouTube.

Belum diketahui siapa pria yang mandi duit ini. Dia berbicara dengan tangan menengadah saat mandi duit, sementara ada satu orang lain lagi yang melemparkan gepokan duit ke arah pria yang mandi itu.

Baca Juga : Netizen Tagih Janji Pri Mandi Di Bahtub


Berikut adalah kata-kata yang disampaikan pria plontos berjenggot ini sambil mandi duit:

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
terimakasih ya allah di bulan suci Ramadan ini, di tahun 2018 ini, alhamdulillah, saya baru sekali ini seumur hidup saya baru melihat uang segini banyaknya. Semua ini atas karuniamu dan rezekimu, atas titipanmu Ya Allah. Dan semua akan saya bagikan kepada fakir miskin, dhuafa, janda-janda, dan orang yang membutuhkan, dan saya buat membangun pesantren, musala, dan madrasah.
Ayo. Hari ini saya... Saya udah nggak... Saya... Saya... saya rasanya ingin menangis karena tidak pernah melihat uang segini banyaknya. Bener-bener saya tidak pernah melihat uang yang segini banyaknya.
Pagi hari ini ada rezeki yang segini banyaknya untuk diinfaqkan membangun madrasah, masjid, musala, janda, fakir miskin, ibnu sabil, dan dhuafa yang lainnya..."



Di Facebook, Twitter, dan YouTube, video mandi duit ini terpantau sudah ada paling tidak sejak tanggal 26 Mei 2018 lalu. Video ini disebarkan oleh banyak akun.

31 May 2018

5/31/2018

PNS Ini Di Duga Sebagai TERORIS !!!

Empat terduga teroris di Probolinggo, Jatim ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Selasa (29/5) malam. Uniknya salah satu terduga adalah GT (54), yang berstatus PNS di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo. Tiga lainnya pria asal Maron yang merupakan saudara kandung.
Mereka adalah KM (52) dan KS (42) yang tinggal di Desa Wonorejo, Kecamatan Maron. Kemudian BH (49), warga Desa Pegalangan Kidul, juga Kecamatan Maron. Sesaudara, mereka berdelapan. Namun, hanya 3 orang itu yang dikenal nyeleneh alias berbeda dengan saudara atau warga kebanyakan.
Usai melakukan penangkapan,  Densus 88/AT dan Polres Probolinggo Kota melakukan penggeledahan di rumah ketiga terduga. Penggeledahan dilakukan sekitar pukul 09.15. Seperti biasa, polisi melakukan sterilisasi akses menuju rumah ketiga terduga.
Rumah terduga yang pertama kali didatangi untuk digeledah yakni kediaman KS. Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, tidak ditemukan bahan peledak atau senjata tajam yang diamankan petugas di rumah KS. Polisi hanya membawa sejumlah barang bukti yang dibungkus plastik bening.
Gatot, perangkat Desa Wonorejo juga memastikan bahwa barang bukti yang diamankan tidak ada senjata tajam. Seperti kayu, paralon, baterai HP, STNK, dan gagang senapan angin.
“Saya tadi diminta untuk menyaksikan barang apa saja yang diamankan oleh petugas. Saya tidak melihat ada senjata tajam,” terangnya.
Sekitar pukul 09.55 sampai sekitar pukul 10.45, petugas menggeledah rumah KM yang merupakan anak sulung dari 8 bersaudara itu. Seluruh isi rumah sampai halaman belakang pun diperiksa oleh tim penjinak bom dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Mabes Polri. Termasuk mobil Isuzu Panther dan truk yang ada di bengkel milik KM, tak luput dari penggeledahan.
Hasilnya, petugas menemukan urea, senapan angin, senjata tajam (sajam), dan peralatan las. Setelah tuntas menggeledah rumah KM, petugas yang dipimpin Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad melanjutkan penggeledahan ke rumah BH di Dusun Sukun, Desa Pegalangan Kidul.
BH merupakan mertua Lutfianto, tersangka kasus percobaan teror di Mapolres Probolinggo Kota yang ditangkap 13 Februari silam.
Di rumah pria yang disebut-sebut sebagai anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) itu, polisi butuh waktu 45 menit untuk melakukan penggeledahan. Polisi menemukan senapan angin, pisau kecil dan besar, dan barang bukti lain.
AKBP Fadly Samad mengatakan, selain melakukan penggeledahan, polisi juga berupaya mensterilisasi lokasi untuk menghindari adanya barang yang membahayakan warga. Belum ada keterangan resmi soal keterlibatan ketiganya dalam jaringan teror yang mana.
“Masih penyelidikan. Barang bukti masih didata. Tapi, memang tidak ditemukan bahan peledak. Hanya barang yang diduga untuk merakit senapan angin,” katanya.
Selama ini, aktivitas ketiganya yang dianggap berbeda dengan warga kebanyakan, sempat membuat heran. Apalagi, ketiganya dikenal individual. Belum lagi tudingan bahwa keluarga ketiga orang itu enggan mengikuti program pemerintah. Misalnya imunisasi.
Saat polisi melakukan penggeledahan kemarin, hampir tidak terlihat aktivitas berarti di rumah ketiganya. Istri dan anak-anak mereka diungsikan ke rumah kerabat terdekat.
Mat, warga sekitar rumah terduga teroris mengaku, dirinya tinggal bersampingan dengan KM selama bertahun-tahun, namun hanya dua kali ngobrol dengannya.
Bahkan, tidak pernah berkumpul dengan warga. “Banyak warga yang tahu kalau kebiasan KM itu keluar malam dan pulang Subuh. Biasanya bareng dengan BH dan KS,” katanya.
Syaifuddin Zuhri, kades Wonorejo mengatakan, warga dan termasuk dirinya tidak terlalu mengenal sosok KM dan keluarganya. “Saya tahunya kerjanya tukang las cat mobil itu. Tidak ada yang dekat dengan dia,” katanya.
Kades Pegalangan Kidul Badrul Huda saat ditemui di rumah BH mengungkapkan, selama ini keluarga BH anti dengan program pemerintah. Program Dinas Kesehatan (Dinkes) seperti imunisasi ditolak. “Alasannya, imunisasi itu dibuat untuk merusak keturunan umat Islam,” jelasnya.
Halil, mertua BH mengaku sudah lama dan sering mengingatkan menantunya. Kurangnya bersosialisasi dengan warga, membuat Halil heran. Terlebih, anaknya yang menjadi istri BH, juga ikut-ikutan sang suami.
“Kalau sudah begini, yang kasihan istri dan anaknya. Sekarang istri dan anaknya numpang di rumah samping. Karena rumah BH tidak boleh dimasuki,” terangnya.
5/31/2018

Cendikiawan Muslim Dawam Rahardjo Meninggal Dunia

Cendekiawan muslim sekaligus tokoh nasional, Dawam Rahardjo meninggal dunia, Rabu (30/5) malam. Dawam meninggal pada pukul 21.55 WIB di RSI Jakarta pada usia 77 tahun.
Kabar berpulangnya figur yang juga pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu disampaikan oleh aktivis Islam, Zuhairi Misrawi. Zuhairi melalui akun twitternya @zuhairimisrawi menuliskan ungkapan bela sungkawa terhadap Dawam.
“Duka yang amat mendalam atas kepergian Mas Dawam Raharjo. Guru kaum muda cendekiawan Muslim. Dari almarhum lahirlah para pemikir dan aktivis negeri ini. Selamat jalan, Mas. Lakal Fatihah,” tulis Zuhairi.
Saat ini jenazah Damam telah disemayamkan di rumah duka Komplek Billymoon, Jl. Kelapa Kuning III Blok F 1 No. 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Untuk diketahui, Dawam merupakan tokoh Muhammadiyah yang dikenal kritis terhadap diskriminasi terhadap pemeluk Ahmadiyah di Indonesia.
Ia dikenal konsisten membela prinsip-prinsip kesetaraan dan pluralisme seperti mendiang Yap Thiam Hien. Akibat pembelaannya terhadap Ahmadiyah, Muhammadiyah memecat keanggotaannya secara tak langsung.
Dawam juga banyak menulis buku-buku, baik tentang ekonomi maupun tentang agama Islam. Dawam pernah menjadi ketua ICMI se-Indonesia, pemimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur’an, dan ketua yayasan ELSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat).
Selain itu, Dawam juga pernah berkarir sebagai Staf di Departemen Kredit Bank of America, Jakarta pada 1969. Namun, dua tahun kemudian, ia memutuskan berhenti.
Selepas dari Bank of America, Dawam kemudian bergabung di LP3ES (Lembaga Penelitian dan Pembangunan Ekonomi-Sosial) sebagai staf peneliti.
Posisinya terus naik hingga menjadi Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan hingga menjadi direktur. Pada saat di LP3ES inilah, pengetahuan Dawam Rahardjo tentang ekonomi kerakyatan bertambah. Sejak itu, tulisan maupun esai Dawam Rahardjo mengenai ekonomi dan politik tersebar di media massa.
5/31/2018

Pemerintah Berharap Tak Ada Larangan Kunjungi Yerusalem

Pemerintah RI melalui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan berharap Israel tidak melarang warga negara Indonesia mengunjungi Yerusalem. Pernyataan itu disampaikan  menanggapi isu yang menyebut warga berpaspor Indonesia tidak lagi diperbolehkan memasuki kota tersebut.
Hingga kini, belum ada pernyataan publik yang disampaikan oleh pihak Israel terkait hal ini. Yerusalem adalah kota suci bagi umat Yahudi, Kristiani dan Muslim. Indonesia secara resmi mengakui Kristen dan Islam sebagai agama nasional.
"Selaku Menag ini kaitannya dengan peribadatan ya. Banyak umat beragama yang harus mengunjungi Yerusalem. Kalau kota suci itu milik bersama sebenarnya," kata Lukman.
Lukman menegaskan Yerusalem adalah kota suci bagi Islam, agama yang dipeluk mayoritas warga Indonesia. Ia mengatakan banyak umat Muslim yang mengunjungi Baitul Maqdis di kota tersebut.
Meski belum bisa mengonfirmasi kebenaran larangan tersebut, ia berharap Israel memahami benar Yerusalem merupakan kota suci bagi penduduk dunia. 

26 May 2018

5/26/2018

7 PSK Pulo Gadung Diciduk Satpol PP Saat Bulan Ramadhan


Suku Dinas Sosial Jakarta Timur dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan tujuh pekerja seks komersial (PSK) di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur. Hal tersebut dilakukan dalam rangka penertiban bulan Ramadan 1439 Hijriyah.
Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Timur Haryanto menyebut penertiban itu dilakukan secara serentak di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Duren Sawit, Kecamatan Makasar, dan Kecamatan Cakung.
"Awal mula kami apel dulu di Walikota Jakarta Timur. Akan tetapi dibagi menjadi tiga wilayah. Kami beroperasi secara serentak karena wilayah Timur cukup luas, jadi agar infonya tidak bocor dilakukan serentak di tiga wilayah itu," ujar Haryanto melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (26/5).


Sebelum penertiban, petugas menerima informasi bahwa terdapat PSK di Kawasan Industri Pulo Gadung yang dinilai meresahkan. Ketujuh PSK itu ditertibkan saat sedang beraksi.
Sementara di Kecamatan Cakung, penertiban dilakukan oleh petugas Kecamatan Cakung, Satpol PP Cakung, serta Garnisun TNI. Dari hasil penertiban, petugas menyita beberapa minuman keras oplosan di sekitar emperan warung pinggir jalan di kawasan Cakung Barat.
"Di kawasan Pulo Jahe, kami menyita beberapa miras oplosan di sekitar emperan warung pinggir jalan. Lalu kami memberikan sosialisasi kepada penjual tersebut untuk tidak menjual kembali miras demi kenyamanan warga sekitar," kata Haryanto.


Seluruh Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) jalanan yang terjangkau itu, kata Haryanto, telah dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Cipayung, Jakarta Timur. 
"Di sana mereka akan mendapatkan pelayanan dan pembinaan lebih lanjut agar tidak kembali ke jalanan," ujarnya.




sumber : cnnindonesia.com